Khilaf, PUISI KE-3, oleh Madagumilang

Khilaf

Oleh : Madagumilang


Berulangkali aku melukiskan airmatamu,
tapi tintaku mengikis tepi kemilau permata itu
meneteskan pinta di tengah-tengah doa
Sebenarnya indah merangkai dosa demi dosa beralih
menjadikannya untaian tasbih
tapi gagal menghimpun berbagai ampun
Padahal masih ada sisa sujudku yang lebih rendah
ketimbang ketika kaurebahkan aku mengubur kesombongan,
tapi tak termaafkan kelak kalau kulupakan lagi dirimu

Benar, iming-iming itu menguraikan kencangnya tali yang diikatkan ke batinku
Simpul-simpul nafsunya melekatkan dosa di setiap hasrat
memperalat hatiku
menurut ke mana pun kemaksiatan berlindung

Setiap lolos lelahku menekuni ikhtiar menjaga rejekiku,
kutanyakan kepadamu selepas salam:
masihkah malam ini kaujemput bangun tidurku demi sebuah sholat lailku?
Jika mesti berulang kuterlelap menahan amanat menjaga hati dan otakku,
maka yang kuinginkan dari kepergian adalah bermakna pulang,
agar segera kutemukan kembali dzikirku
walau tersesat jauh di dalam khilaf

20/12/2007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: