PUISI KE-8

Gajah Mungkur, 24 Nopember 2007

Oleh: Madagumilang

Seharusnya lebih 40 botol air waduk Gajah Mungkur melewatiku. Mereka tidak menoleh. Tidak menolehkan wajah mereka yang berlumpur, dan sedikit kulit gosong sisa-sisa nila bakar. Tidak mengapa mereka tidak memahami kesendirianku menjadi sore, limbung  terkurung jaring-jaring keramba jauh di tengah. Sore yang menggosok-gosokkan penatnya pada panas kepala tanpa topi, dan menjambaki rambutku dengan angin kencang di petang menjelang. Gelisahnya oleng sekali bergoyang-goyang membuat semua terlibat bagai perahu-perahu yang berderet tertambat.

Di tepian ini, apakah di sini harus diukur kepadatan populasi? Bahasaku melonjak-lonjak seperti tangan-tangan tak sabar meraih kemerahan buah widoro. Disaksikan kebisuan punggung-punggung bebukitan, dan dari lambaian lemah dedaunan hutan yang menipis penuh kepastian. Dan panggung besar di utara parkiran bis itu, seperti menganga, aku melihat bau joged penyanyi dangdut di mainkan di mulutnya, menyingkap sekelebat lewat putih gigi-giginya.

Lalu dalam diskusi, kumainkan ide-ideku menyala seperti lampu-lampu jalan di sepanjang Wonogiri. Dan dalam perjalanan pulang, cahaya demi cahayanya mempecundangi sepiku. “Lihat, Madagumilang merindukan bulan”, suara itu. Dibisikkan sejak tikungan pertama. Bibirnya gemetar gugup, mengerti kelak tak ada lagi tanjakan. Ketika kegugupanku pun jadi tak sebanding, tangannya menyerahkan plastik kresek wadah muntahan.

Ini sudah keterlaluan. 40 botol air waduk Gajah Mungkur seharusnya melewatiku. Mereka tidak menoleh. Tapi desirnya membawa bau minyak angin penolak mabuk. Aku ingin sekali berhenti berpikir. Berpikir bahwa gadis ini seperti Ari Pawestri.

2 Tanggapan

  1. baguusss banget.
    sayang saya rada kuper ga tahu siapa ari pawestri sehingga ga bisa nikmatin kalimat terakhir

  2. Terimaksih komentar Anda, Wyd,
    Dari kedalaman laut kenanganku di Bandung,
    Dia di Cimahi
    Berlayar dengan familinya sendiri

    Sungguh, intuisimu jeli sekali
    Dan bener-bener tidak kuper

    Salam,

    Madagumilang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: