NYALANG

Nyalang

Oleh: Madagumilang

Mengerang murung sampai terdengar tuntas menghembus napas, takkan pernah mengupah sebetapa dhoif dhuafaku. Meski pula baramu ngeri belum padam terbenam sedalam genangan kesiasiaan.

Asap. Kaumasih celahkan himpit menjelang abu lupakan apiku berkerutkerut cahayanya mengiris jidat, lalu belalak. Lalu lenyap. Lalu leleh. Kedipku.

Ponorogo, 26 Februari 2009

2 Tanggapan

  1. NYALANG……
    ngerti ngga?
    bahasa Jawanya “mentheleng” kan?
    atau “mendelik”?
    tau, ah!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: