Kesehinggaan Meski

Kesehinggaan Meski

Oleh: Madagumilang

Bertutur kepada daki yang melumur kenangan
Rinai kesadaran menghalangi pudarku merengkuh peluh
Tetes bersama kecapaian sehari
Sebutir-sebutir jatuh menari di kecipak genangan
Darah siapa? Yang ceburannya membenci luka
Lama
Ketika senyum itu digores dekat sekali dengan kenekatan ngakak
Menenggak dendam atas ingkar pada kesetiaan berada
Di sisiku

Ponorogo, 4 Maret 2009

10 Tanggapan

  1. waduh mas melas banget
    Kata-kata Di sisiku sepertinya memberi efek buruk pada endingnya mas.
    Tanpa kata itu saya merasakan seperti bermain didalamnya.
    Kemudian ada kata-kata disisiku dan gugurlah permainan itu.
    He he he sok tahu…
    Guritannya nambah lagi dong, biar tambah good.
    Bikin guritan ternyata lebih sulit daripada puisi.
    Salut pada anda dengan guritannya.

    • inilah puisi, Apria
      ego penggubahnya selalu menyerta
      kapan ya bisa mem-puisikan dunia
      di luar ego kita?
      mari sama-sama belajar
      dan tak terbilang terimakasih buat Anda

  2. bisa diceritakan isi puisinya Pak? Maaf–terkadang saya kurang cermat atau bagaimana, sehingga kurang nyambung dengan sebuah puisi. Terutama pas endingnya. Yang jelas saya harus banyak belajar dari njenengan….

    • terkadang sebuah obsesi atas sesuatu
      menyebabkan seperti luka yang tak sembuh-sembuh
      dan meski Anda menginginkan “dia” di sisi Anda
      sudah terjadi lalu lewat begitu saja, sehingga …?

  3. the pursue is better than the catch, begitu maksudnya??

  4. “Bertutur kepada daki yang melumur kenangan” dikata2 pertamanya sudah sangat menarik.
    asyik, aku nemu tempat belajar baru disini hehehe. salam kenal pak.

  5. ya ampuuuuun….selamat jumpa kembali wahai sobat lama

    gak mengira akan jumpa di forum ini
    dan kita sudah sama2 senja…

    salam kreatif senantiasa ya bung mada gumilang…

    suatu saat aku pernah disambangi seorang anak gadis di acara seminar di purwokerto…

    ia bilang putrimu, benarkah, entah…

    salaaaaam

    • senang sekali ditengok penulis kondang, guru para penulis muda, sobat lamaku Pipiet Senja

      anakku juga cerita ihwal pertemuan itu, jadi benar adanya

      wa’alaikum salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: