Ketika Kausebut Deraku Di Sabit Rembulan

Ketika Kausebut Deraku Di Sabit Rembulan

Oleh: Madagumilang


Ketika pagi itu digelapi kabut dan kau dingin menggelayut, apakah hangatmu menjadi milikku selalu? Pada bisikan yang meresah langkah demi selangkah cahaya fajar membuntuti nasib tak menentu, masih kaukah itu yang berlalu meski sekilas memberi cerah gundahku? Mengiringi riang mentari mencakar-cakar daunan ranggas menjemput  keringnya kemarau mendekatkan hasratku terpikat, apakah dengan parasmu melulu?

Tidakkah kautengok elokmu? Selagi berkaca kepada masa, memantul seketika segores lukaku dilecut pedih kehidupan gagal mengisi sekeping piring dengan serantang nasi sayur daun ketela demi berdua. Lalu tetes airmataku mendengar niat puasamu. Dan kausebut deraku di sabit rembulan. Langitnya berbiru aorta menggembungkan darah kepasrahan menahan nyerinya ikhlas. Untuk selalu setia di sisiku.

Ponorogo, 26 Maret 2009

16 Tanggapan

  1. mangan ra mangan sing penting kumpul😀

  2. alamaaakk, mesra kali si abang ini…

  3. bulan di malam….
    mencerminkan kasih sayang…
    terhadap orang yang…
    sedang menjalani masa…..
    di dalam kegelapan…

  4. jadi ingat sebuah: “senyummu di sabit rembulan (24 april)”

  5. gombal tidak pak,tapi sedikit membuatku untuk menyipitkan mata kerana merasa di-buaya-i…hehehehe…ya moga2 selalu damai dalam keindahan indonesia…

  6. keknya kenal cara nulis model kek gini :p kunjungan balesan nie mas dr blog ku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: