Setelah Keterpikatan Itu Jitu Menjeratku, Puisi Karya madagumilang

Setelah Keterpikatan Itu Jitu Menjeratku
Puisi oleh Madagumilang

Lalu keterpikatan itu jitu menjeratku di ubun-ubun nadi dan jantungku roboh terjerembab mendekap kakimu. Bukan dengan niat sebuah sujud yang tulus. Bukan menunjukkan lemahnya penyerahan sebuah pengabdian apalagi kesetiaan. Tapi tidak juga laku sebuah kesombongan karena aku nyata-nyata telah kau kalahkan. Tapi tidak juga ini sebuah perhitungan kalah menang dari pertempuran karena aku nyata-nyata bukan musuhmu. Lalu siapa dirimu yang menjeratku dengan keterpikatan jitu?

Aku tahu, tiang-tiang pancang di bumi imanku menyirikkan tamakmu menguasai semua maumu. Mencoba merobohkanku yang senantiasa terpesona akan kebenaran firmanNya, dan tak tergoda walau dengan seribu gempa ajaran sebagai bukti kezaliman.

Ponorogo, Mei 2009

5 Tanggapan

  1. hmm.. puisi kerinduan.. mencerminkan jiwa jiwa yang tergetar oleh cinta kepadaNYA.. sungguh.. keberadaan ini.. hanya disadari oleh yang mau menata diri.. mengolah diri.. dan menyerahkannya kedalam The invisible Hands.. tangan yang menggenggam dunia..
    Salam Sayang
    Salam Taklim
    ===madagumilang===
    dan begitulah adanya
    taklim saya kembali, KangBoed
    terimakasih

  2. MERDEKAAA !!!!
    awas kang, tar dikasih yg super loh…hehehehehehhh
    ===madagumilang===
    cleguk, cleguk segerrr
    makasih ya, ehehehehehehehehhh

  3. Wah, nek masalah pulisi aku kalah pak, isoku mung
    4 x 4 = 16
    C4 ora C4 kudu ngombe 16 93L45😀
    ===madagumilang===
    lha aku kon mati-matian kaya njenengan ngono kuwi ya wegah
    pilih urip-uripan apa maneh urap-urapanane mbok tiyem

  4. bagus, om… keren!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: