Kampanyeku, Puisi oleh Madagumilang

Kampanyeku

Puisi oleh Madagumilang

Hari Pertama.
Kubiarkan kau menemukan janji itu berkemas merapikan rindu yang tak patuh lagi pada kenyataan. Agar perginya tak berbalik menghujat yang baru lewat, sekarang mereka bersiap-siap menjadi laknat atau manfaat. Karena merasa telah memberikan yang diminta, berlembar-lembar harapan membuatmu tersenyum ketika mengayunkan alat contreng. Tapi lupa tinta itu darah yang dialirkan dari sumber bervisi khayal. Maka torehnya menjadi percuma, dan menangislah sejarah.

Ponorogo, Juni 2009

5 Tanggapan

  1. Thank’s atas ini puisi….

  2. Wow, bisa dadi petromax😀
    ===madagumilang===
    jan ra ngira pisowanmu, yayi
    muga-muga iki dadi pratandha koceh rejekiku
    mula dikepenakake nggonmu ngeblog

    paman patih …..

  3. Akhire ngapdet jugax pak. Benisa ngapdet ki apa aku kudu dadi kompore ya?🙄
    ===madagumilang===
    kompor ya kompor
    anggere wis gas we ra papa
    mitan huangel nggoleke saiki

  4. ehem kulo nuwun kang
    sumber bervisi khayal kui apa ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: