Ya, Lapar. Puisi karya Madagumilang

Ya, Lapar

 Oleh: Madagumilang

Di gelepar inilah terbanting pecah piringku. Ya, lapar, sudah tak bernyali kau menyerakahi kekenyangan. Tapi haus itu malah mendahului kita ke perasaan diadili oleh pahit manis kesepakatan menghirup harapan.

Peliharalah perut, katamu, walau semakin menggendut. Dan dengan puasa pun kutahu, dosalah yang menjauhkan seleraku. Sebab, aku juga takkan mempersulit kepalan jemari memunguti santapan. Maka menjadi lapar begini adalah nina bobo bagi kegelisahan merindu kesabaran. Selebihnya adalah kenyataan, bahwa di gelepar inilah terbanting pecah piringku menunaikan kekalahan.

Tapi, sorak siapa lagi yang mengatasi jerit kemenangan menyapa esaMu?

 Ponorogo, Juli 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: