Setelah Keterpikatan Itu Jitu Menjeratku, Puisi Karya Madagumilang

Setelah Keterpikatan Itu Jitu Menjeratku

Puisi oleh Madagumilang

Lalu keterpikatan itu jitu menjeratku di ubun-ubun nadi dan jantungku roboh terjerembab mendekap kakimu. Bukan dengan niat sebuah sujud yang tulus. Bukan menunjukkan lemahnya penyerahan sebuah pengabdian apalagi kesetiaan. Tapi tidak juga laku sebuah kesombongan karena aku nyata-nyata telah kau kalahkan. Tapi tidak juga ini sebuah perhitungan kalah menang dari pertempuran karena aku nyata-nyata bukan musuhmu. Lalu siapa dirimu yang menjeratku dengan keterpikatan jitu?

Aku tahu, tiang-tiang pancang di bumi imanku menyirikkan tamakmu menguasai semua maumu. Mencoba merobohkanku yang senantiasa terpesona akan kebenaran firmanNya, dan tak tergoda walau dengan seribu gempa ajaran sebagai bukti kezaliman.

Ponorogo, Mei 2009

2 Tanggapan

  1. semoga tiang pancang itu senantiasa kokoh, mas..
    dan dapatkan kemenangan sejati

    Selamat Idul Fitri, mohon maaf Lahir dan Bathin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: