Belalak, Puisi Oleh Madagumilang

Belalak

Oleh : Madagumilang

api, kau masih silaukan belalakku sebelum berkedip,
melelehkan keluhnya itu jatuh menghantam ketandusan tahu
bahwa kematian bisa juga cuma sederetan toleh
yang abai atas erangan ketika kauisakkan
yang henti pada kepongahan
yang tegar membakar nafsu demi nafsu

lalu abu, kau sempat susupkan kelilip itu sebelum berkedip,
makin perih memperpipih hembus paruku
jepitan tindas pada engah napas sesosok tokoh
menolak gigih tebar maksiat

dan asap, kaucelahkan himpit itu sebelum berkedip,
sebelum abu lupakan apinya menebalkan kerut diĀ  jidat
cahaya hidayah membelah benak kebodohanku
yang enak-enak diperbudak kesombongan makhluk
walau takluk, esok tak dikuasai ke seluk-beluk

1992/2007/2009