Keriput Itu, Puisi oleh Madagumilang

Keriput Itu

Puisi oleh Madagumilang

Menerima kenyataan ini, aku seperti terhumbalang. Kemudian ketika bangun, kurasakan secara gradual warna-warna kelabu muncul menyatu kembali membentuk tidak sekedar bayangan, tetapi ujud dia. Setia memelihara harapanku.

Begitulah, ketika pertama kau kusua, sempat keraguanku seakan menyalakan bara api resah menerima kegagalan sapaanmu. Meski tipis di gemetar bibirmu, tapi berkobar membakar duka di dadaku, seolah lupa takkan berakhir. Kasmaran ini.

Ketika suaramu tak berdetik mendetak, di jam-jam sepiku mencairkanĀ  kegelisahan tak terhentikan. Mengalir di sepanjang nadiku, menggejolak darah, dan dalam amarah memanggil-manggil namamu. Ia berseru kencang, bagai bah menyeret-nyeret kerinduanku. Sepanjang waktu, setekun doaku.

Pernahkah kau malam-malam terbangun sepertiku? Menatap kenangan, melahap kekosongan demi kekosongannya. Menjilati liku-liku laku kita, yang begitu singkat meleleh ke sekujur umur. Basah di hari-hari gerah, menengadahkan selalu pinta.

Ketika bulan mengangkangkan cahayanya di kerimbunan pohon, dan ada serangga terisak meneteskan gerimis pelahan, satu-satu mereka berloncatan di kolam embun. Basah bersama kelam bayang-bayang hari kemarin. Sekarang di ujung dedauanan, mereka menahan berahi menjemput fajar. Kaukah itu?

Rindumukah rinduku ini? Jika kau kunci semua pintu hati, kini hanya dalam pejam mataku kau kutemu, hingga tersungkur aku kembali tidur. Sesampainya di batas belantara pemahamanku, kujangkau juga akhirnya ujung harapan. Dengan meraba-raba kegelapan, aku tertepiskan kepastian. Haruskah kusinarkan diriku demi terbang menemuimu? Lalu bangunkan lagi aku, di larut dzikir itu.

Ponorogo, 2010


2 Tanggapan

  1. selalu, puisi Pak Madagumilang sangat keren.
    Lama tak jumpa, Pak. Apa kabar??

    http://www.pondokhati.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: