Parah, Puisi Oleh Madagumilang

Parah

Oleh Madagumilang

Tak tercegah kantukku di ujung malam ini. Melangkah dengan langkah kemarin mengesamping dari sudut terhitam derunya menyatukan: Apa isi kuap itu masih mampu melepaskan pengap dan kepepatan? Tidak, ujung malam ini telah merebahkan para pejalan ke pangkuan duka terlalu nyata dan aku mengikutinya.

Ponorogo, Nopember 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: