Cangkrukan Puisi karya Madagumilang

Cangkrukan
Puisi karya Madagumilang

terjadi juga di kota yang mengerangkeng jiwa-jiwa lesu
rumah-rumah jadi gelap meski tetap menyala lampu-lampu beranda menerangi debu
yang mulai beterbangan menyambut hangus kemarau

walau sepenuhnya, sepenuh kehangatannya
tak mau bersaksi atas dosa demi dosa sepanjang perjalanan menjemput kembali sepi
yang terkubur bersama getar sedu-sedan itu menangisi fajar

tadi sempat dihamparan tikar malah secangkir kopi lama menemani
di itu emper para pejalan merebahkan sangsi dan seluruh kegelisahan
yang kelelahan setelah jauh memburu harapan

Ponorogo, 2011

Iklan