Terdengar Ingsut Kepergian Bermakna Gegas, Puisi oleh Madagumilang

Terdengar Ingsut Kepergian Bermakna Gegas

Puisi oleh Madagumilang

Maka kutekuni ikhtiar hatiku meloloskan lelahku menjaga denyut di aorta yang menjepit pelipis tabiatku. Otaknya selalu bertanya tentang doa justru sehabis tasyahud. Apakah malam-malamnya sanggup menjemput gugupku, dan siapa akan mencatat sholat lailku?

Berulang-ulang jawabannya terlelap dalam alir amanah, mendamaikan perang nafsu antara hati dan otakku itu. Mungkin tak juga terdengar ingsut kepergian bermakna gegas, mencari jauh segemetar bibir lirih membisikkan dzikir.

Iklan