Biar Kegelisahan Itu Tenang Menyepi, Puisi oleh Madagumilang

Misalkan aku tahu segala, maka yang terjadi esok hari aku janji jujur tak akan rahasiakan darimu. Kepolosanku ini sempat jadikan kau sukai aku, tapi kejujuran kali ini membuatmu lama sekali tertegun. Kaku tubuhmu mendengar aku mengaku. Apa aku salah?

Padahal di itu ketika, tak hanya kita, semua pasangan bisa saja melupakan kekasih mereka. Sepakat mengikuti kekuatan cinta, menyelam ke manapun dasar terdalam hati nurani. Dijelajahinya segala kekalutan hutan karang dan dirompak tetaring hiu ganas kemarahan dan kecemburuan. Adakalanya harus diakui di sisa kegagalan pun masih kautemukan idaman, walau mesti mencari-cari di antara cerai-berai  hamparan ganggang dan lumutan kehidupan nasib terhumbalang.

Siapa sanggup dibayangkan seperti nelayan. Pencari kebahagiaan yang berani berterus-terang menjaring ikan-ikan kesepian dan membawa penatnya meringkuk ketiduran dalam tongkang-tongkang kegelisahan mereka yang oleng. Saat terbangun kaulihat di kedua-mata semua serba nanar. Mereka tidak mendengar ada yang berteriak memperingatkan burung-burung camar kebebasan agar menyingkir dari kerancuan antara kebenaran dan kekaburan. Lalu kapan badai kebosanan mengamuk dibagian lain bersama debur gelombang gejolak darah dari nadi-nadi tak kenal henti.

Semoga aku mampu mendengar deru itu dalam otakku dan otakmu. Tetapi tidak terlempar kekhawatiran, karena telah disiapkan tempat paling aman untuk menghindar, agar mereka dapat sekedar memancing ketenangan dekat jantung. Setidaknya kerinduan akan ikan-ikan itu masih terus menguasai dan tersalurkan di sini. Itu pun karena tiba-tiba tanganmu menyentakkan tanganku.

Jadi dengan tangan mana lagi dapat kutekan gejolak di dadaku? Aku harus mencari lagi sisi damai dari jiwaku, biar kegelisahan itu tenang menyepi jauh di gunung-gunung sekitar hatiku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: