Segiat Malaikat Pencatatkah Aku Berkutat? Puisi oleh Madagumilang

Segiat Malaikat Pencatatkah Aku Berkutat?

Puisi oleh Madagumilang

mesti segiat malaikat pencatatkah aku berkutat?
barangkali boleh saja terlalu berani membandingkan begini
agar semangat senantiasa liar mengembarakan maknanya
menyimak lagak ketika kauciptakan banyak lelucon tak lucu
sambil menasihati bagi yang terlanjur terpingkal
karena masih akan ada harapan sesudah jeda menemani rencana demi rencana belaka

lalu kudengar gumammu, kau ini dalam kesesatan atau bukan,
bertanyalah pada setiap kehadiran kelam
demi menyempatkan melacak cahaya sepanjang jalanan becek
terinjak-injak kaki pencari denyar kunang-kunang,
karena tak tahu siapa lagi sanggup menyalakan terang di sebarang malam

padahal bulan di atas langit kelam segera membinarkan cahayanya
mampu menyeteru dan memadamkan ini nafsu, tanpa peduli langit itu milik kita semua
dan gunung-gunung yang mencoba menggapainya, cuma bisa terkapar dalam kekalahan
tanpa daya seakan yang lagi mekar di kesuburan tak lagi ingat pedihnya layu
atau berakhirnya dendam atas udara kering kemarau

itulah bila dari hujan selalu ada yang diajarkan padaku
ketika tiba-tiba lampu rumah dipadamkan pemilik aliran listrik
o, sebegini gelapkah jalan hidup itu?
ketika dikhilafkan dengan alpa memohon kepada Maha Pemilik Cahaya

Ponorogo, April 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: