Ketika Berhadapan Laut, Puisi oleh Madagumilang

Ketika Berhadapan Laut

 Puisi oleh Madagumilang

 Aku juga ingin termasuk yang sanggup dibayangkan seperti nelayan. Para pencari kebahagiaan yang berani berterus-terang menjaring ikan-ikan kesepian dan membawanya sampai penat meringkuk ketiduran dalam perahu kegelisahan mereka yang terayun-ayun oleng.

 Supaya saat terbangun nanti, bisa dilihat di kedua-mata keraguan itu semua nampak serba nanar. Mereka juga tidak mendengar lagi ada yang berteriak memperingatkan burung-burung camar kebebasan. Karena diinginkan agar menyingkir dari kerancuan antara kebenaran dan kebatilan.

 Lalu kapan diciptakan bayangan badai perjuangan bagai mengamuk dibagian lain kehidupan ini, bersama debur gelombang gejolak darah, entah amarah entah gairah amanah, membanjiri sekujur nadi-nadi hidup yang tak pernah kekal dan menunggu henti.

 Ponorogo, September 2012

 

3 Tanggapan

  1. dan luasnya lautan tak tahu seberapa banyak kayuhan dayung harapan tersaji.

  2. membiru dalam kejauhan
    didekati bening
    dirasa asin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: