KUKUNYAH puisi oleh Madagumilang

Kukunyah

Puisi oleh Madagumilang

 

Berdamaikah nafsu-nafsu dalam hati dan otakku

Yang berdesakan didorong ruh

Jika kukunyah seucap kesah bermakna doa

Dalam gelisah yang panjang

Dalam desah yang pendek

 

Ponorogo, Februari 2013

Kuminum Kopiku Sedikit Demi Sedikit puisi oleh Madagumilang

Kuminum Kopiku Sedikit Demi Sedikit

Oleh: Madagumilang

kadang dengan mengarungi deras hujan memburumu,
dan kubiarkan sebuah duplikat keindahan hidup
didamba banyak orang sekaligus banyak yang menyia-nyiakannya,
terpegang olehku hangat cangkirnya

itulah mengapa habis kehujanan lalu ngopi, sendiri, tapi segar
kucekakikkan rinduku, dari hitam persahabatan
dan hangatnya seduhan hidup tak berdampingan,  
lalu kuminum kopiku sedikit demi sedikit,
sambil menyerahkan seluruh rasa ingin
menyruput itu tak pernah terlupakan, tapi kapan?

Ponorogo, 14122012

Telaga Ngebel, puisi oleh Madagumilang

Telaga Ngebel

Puisi oleh : Madagumilang

aku pindahkan kesepiannya ini di mataku,

kelak kalau airnya menetesi bebatu memecah hati beku,

akan digemakan dalam jiwa sekejap  kegersangan

dengan  desir suara berlari rasa malu

bersembunyi di balik lebatnya harapan

berkilat-kilat mengikuti muka telaga, seperti wajah sendiri

yang menyerap matahari, ketika khilaf pada malamnya

Ponorogo, 2012

Alifbata-alifbataku Selama Ini, Puisi oleh Madagumilang

Alifbata-alifbataku Selama Ini

 Puisi oleh Madagumilang

 lalu bukankah malaikat yang akan mencatat dengan teliti

huruf demi huruf kehidupanku

tapi tatkala sampai perintah itu

semua ketakutan telah memasuki kebingungannya di labirin

serumit kemauan ke kanan atau ke kiri

tetap saja terjebak hingga gemetar terakhir menyongsong fajar.

maka ditunjukilah jalan lurus itu

yang berujung pada kepastian umur

dan berkali-kali mengeja warna pelangi

lengkungan nasibnya menyusun berlapis-lapis tingkahlaku

menjadi daftar kata-kata kesulitan kemudahan

yang ketika dibaca tiba-tiba di depan guru alifbata

 Ponorogo, Ramadhan 1433H/2012M

Dalam Agustus Ada Kemerdekaan, Puisi oleh Madagumilang

Dalam Agustus Ada Kemerdekaan

Puisi oleh Madagumilang

kalau aku adalah malam,
agar tak semakin padam hari-hariku,
tolong merdekakan matahari di hatimu
biar siangnya menjemput kibaran sang saka

yang mengipaskan kegerahan tubuh basahnya
dalam titik demi titik keringat darah,
lalu akan kaucucurkankah selalu dalam sejarah?

 Ponorogo, Agustus 2012

 

Ada Dalam Doa Dalam-dalam Puisi Oleh Madagumilang

Ada Dalam Doa Dalam-dalam

Oleh Madagumilang

Berada di keberadaan ada

Aku mengakui  keakuanku

Dikemanakan ke mana

Sebisa-bisanya bisa

Adalah menyerah

Allah

Ponorogo, 19 Juni 2012

Sak Uwat, Geguritan dening Madagumilang

Sak Uwat

Geguritan dening Madagumilang

Disawang kaya pedhut ndheprok ngruket njembrunge suket. Njaba isih remeng-remeng nanging kadereng ati kang adreng, meksa gawe gemeter wit-witan nggone meruhi lesus nampes sakehing sesambat kerana abot mbopong sesanggem senajan wis ngomplong.

Ponorogo, 2011